JAKARTA – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia harus memiliki sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi korban serangan.
"Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang," kata JK, Sabtu (7/3/2026).
Menurut JK, posisi Indonesia yang strategis sebagai negara muslim terbesar menuntut konsistensi dalam mendukung negara-negara Islam dan mendorong kerja sama di kawasan Asia maupun dunia internasional.
Baca Juga: PIHPS Catat Lonjakan Harga Pangan: Cabai, Bawang, Daging dan Minyak Goreng Naik Signifikan Ia menilai sikap netral tanpa keberpihakan bukanlah langkah yang tepat.
JK juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui forum internasional seperti Board of Peace, dan jika forum perdamaian tidak mampu menyelesaikan masalah, Indonesia wajib menyuarakan posisi secara tegas.
"Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas," ujar JK.
Pernyataan JK ini menegaskan bahwa Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan dan konsistensi dalam kebijakan luar negeri, khususnya terhadap konflik yang melibatkan negara-negara Islam.*
(d/dh)