JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersilaturahmi ke kediaman Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH Muhiddin Ishaq, di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Kaesang didampingi sejumlah elite PSI, antara lain Ahmad Ali, Raja Juli Antoni, dan Isyana Bagoes Oka.
Usai pertemuan di kediaman Ishaq, rombongan diajak menuju Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang diasuh Ishaq, tak jauh dari lokasi.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan NDP Belum Serahkan 20 Persen Lahan Eks PTPN ke Negara Di hadapan para santri, Ishaq menyebut kedatangan Kaesang sebagai tamu istimewa.
Ia memanggil Kaesang dengan sebutan "Gus", panggilan yang lazim digunakan di kalangan pesantren untuk putra kiai.
"Malam ini kita kedatangan tamu yang luar biasa. Seorang ketua umum partai yang masih muda, saya panggilnya tadi Gus," ujar Ishaq.
Ia menjelaskan, panggilan tersebut juga terkait dengan posisi mertua Kaesang sebagai Wakil Ketua Muslimat NU Jakarta.
Menanggapi sambutan itu, Kaesang menyampaikan terima kasih atas nasihat dan masukan yang diberikan. Ia berjanji akan kembali bersilaturahmi untuk meminta wejangan.
"Kami dari PSI mengucapkan terima kasih atas segala nasihat dan masukan. Izin, Pak Kiai, mungkin nanti kami bakal sering ke sini untuk minta nasihat lagi," kata Kaesang.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan sekaligus upaya menjadikan kiai dan ulama sebagai rujukan moral bagi kader partai.
"Ini menjadi pandu untuk kader-kader PSI. Apalagi PSI selalu dipersepsikan agak ke kiri," ujar Ali.
Ia mengakui, kegiatan partai di ruang-ruang keagamaan kerap dinilai sebagai aktivitas politik. Namun menurutnya, politik dan kegiatan sosial tidak dapat dipisahkan sepenuhnya.