JAKARTA– Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan sumber biaya yang akan digunakan untuk pengiriman 8.000 pasukan TNI Indonesia ke Gaza, menyusul keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Dalam keterangannya dari Washington DC, Amerika Serikat, Sugiono menjelaskan, biaya pengiriman pasukan akan ditopang melalui kontribusi berbagai negara dan pihak swasta yang telah menyatakan komitmen mereka.
Baca Juga: Indonesia Wajib Impor 1.000 Ton Etanol per Tahun dari AS, Bagaimana Nasib Program E20? "Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara, itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," kata Sugiono, Sabtu (21/2/2026).
Beberapa negara penyumbang di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dolar AS adalah Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait.
Total komitmen kontribusi dari sembilan negara ini mencapai 7 miliar dolar AS.Meski begitu, Sugiono menegaskan Indonesia tetap mengeluarkan biaya untuk pengiriman pasukan. "Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pengiriman pasukan TNI, yang bisa melebihi 8.000 orang, tergantung kebutuhan di Gaza. Pengiriman kelompok awal kemungkinan berlangsung dalam 1-2 bulan ke depan.
Menurut Prabowo, langkah ini dilakukan untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di Gaza. Pengiriman pasukan TNI Indonesia menjadi salah satu kontribusi signifikan dalam misi internasional tersebut.*
(k/dh)