SOLO - Ketua Umum Jokowi Mania, Andi Azwan, menegaskan tantangannya kepada para ketua umum partai politik untuk berani maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029, bukan sekadar mengejar posisi wakil presiden.
Pernyataan itu disampaikan Andi di kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo pada Senin (16/2/2026).
"Mau apa pun diceritakan, kita tegak lurus Prabowo-Gibran dua periode. Wajar setiap partai ingin mengajukan ketua umum sebagai kandidat. Tapi kalau saya men-challenge mereka jangan posisi wapres," ujarnya.
Baca Juga: Eggi Sudjana Geram Disebut “Dibeli Jokowi” dan “Tuyul” Oleh Roy Suryo: “Saya Bisa Gebukin!” Ia menambahkan, posisi presiden lebih layak diperebutkan daripada cawapres.
"Malulah ketua umum posisi wapres. Tarung saja langsung di posisi presiden," tegas Andi.
Andi menyoroti aturan baru yang meniadakan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.
Dengan ketentuan nol persen, setiap partai memiliki peluang sama untuk mengajukan ketua umumnya sebagai presiden.
"Terbuka lebar kepada semua partai politik yang ingin mengajukan ketua umumnya sebagai presiden," jelasnya.
Meski menantang ketua umum parpol lain, Andi memastikan Jokowi Mania tetap mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju di periode kedua.
"Estafet kepemimpinan itu perlu. Satu periode Pak Prabowo kurang cukup. Untuk menuntaskan agenda Asta Cita perlu dua periode," katanya.
Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menghapus ketentuan presidential threshold melalui putusan Perkara Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang dibacakan Kamis, 2 Januari 2025.
Keputusan ini membuka peluang luas bagi partai politik maupun tokoh non-parpol untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2029.