JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menanggapi wacana Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka peluang Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, mendampingi Presiden Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
Raja Juli menilai langkah PAN sebagai bagian wajar dari dinamika politik koalisi dan hak politik setiap partai.
"Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai Cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Hanya Sisa Sepekan, DPRK Aceh Utara Tekan BNPB Agar 2.449 Huntara Siap Dihuni Sebelum Bulan Suci Meski demikian, Raja Juli menegaskan fokus utama partai koalisi saat ini sebaiknya tidak terpecah oleh wacana Pilpres mendatang. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk memastikan agenda pemerintahan berjalan optimal.
"Bagi PSI, hari-hari ini anggota koalisi hendaknya menyibukkan diri menyukseskan program-program Pak Prabowo. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo," tuturnya.
Raja Juli menegaskan, pembahasan terkait kursi cawapres masih terlalu dini dan sepenuhnya diserahkan kepada Prabowo sebagai pimpinan tertinggi koalisi.
"Kalau sudah sukses, soal Cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo. Biar pemimpin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima masyarakat," katanya.
Sebelumnya, PAN mendorong Zulkifli Hasan menjadi cawapres dari Prabowo, menegaskan konsistensi dukungan partai tersebut sejak Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menyatakan partainya berada di jalur yang sama dengan Prabowo dan akan tetap mendukungnya secara penuh, baik saat ini maupun pada Pilpres 2029 mendatang.*
(d/dh)