JAKARTA– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan kesiapan seluruh kader untuk bekerja "mati-matian" setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kesiapannya mendukung partai tersebut secara penuh.
Pernyataan Jokowi ini dianggap sebagai amanat moral dan politik bagi seluruh pengurus dan kader PSI.
Baca Juga: Paulus Tannos Ajukan Praperadilan Kedua, KPK Pastikan Proses Ekstradisi Tetap Jalan Jubir PSI, Ariyo Bimo, mengatakan, respons PSI terhadap arahan Jokowi bersifat serius dan menjadi dorongan bagi militansi kader di semua tingkatan.
"Pidato Pak Jokowi di Rakernas benar-benar membakar semangat. Sosok yang paling disayang dan dirindukan kader PSI menyampaikan akan bekerja habis-habisan untuk partai, ini memberi dorongan moral yang sangat besar bagi kader di lapangan," ujar Ariyo kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Dalam arahannya di Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), Jokowi menegaskan kesediaannya hadir di seluruh provinsi, kabupaten, hingga kecamatan jika diperlukan.
Jokowi menekankan pentingnya jajaran pengurus yang militan dan siap bekerja keras untuk membesarkan PSI.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI," tegas Jokowi dengan lantang.
Ariyo menambahkan, arahan Presiden menjadi momentum untuk mengimplementasikan hasil-hasil Rakernas dengan kerja nyata, disiplin organisasi, dan keberpihakan pada rakyat.
PSI menegaskan seluruh kader siap bergerak cepat, all out, dan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memperkuat posisi partai.
Dengan pernyataan Jokowi tersebut, PSI menegaskan tekad politik dan militansi kader sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan partai di tingkat nasional maupun daerah.*
(d/dh)