JAKARTA — Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel menyayangkan respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait potensi dirinya "di-Noel-kan", istilah yang merujuk pada risiko pejabat menjadi tersangka tindak pidana korupsi.
Pernyataan itu disampaikan Noel di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).
Noel menegaskan bahwa maksud peringatannya adalah agar Purbaya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas, khususnya saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak pada bisnis gelap.
Baca Juga: Pascabencana Aceh: Sinergi Pemerintah dan Sekolah Swasta Jadi Model Pendidikan Nasional "Gitu ya? Padahal maksud saya kan baik ke Pak Purbaya, tapi responsnya negatif ya. Sekelas menteri saja idiot ya," kata Noel.
Ia menjelaskan bahwa istilah "di-Noel-kan" digunakan untuk menggambarkan pencarian kesalahan pejabat agar dapat dijerat hukum.
Noel menambahkan bahwa praktik pemerasan dan gratifikasi hampir dilakukan oleh semua pejabat.
Oleh karena itu, ia menilai Purbaya tidak seharusnya menanggapinya secara negatif.
"Praktik yang kayak saya ini hampir semua pejabat melakukan. Jangan konyol Pak Purbaya bilang," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya menepis kemungkinan dirinya akan menghadapi nasib serupa dengan Noel karena menegaskan tidak pernah menerima suap.
"Oh biar saja, yang penting saya enggak terima duit. Noel kan terima, kan saya enggak terima duit, gaji saya gede di sini, cukup," kata Purbaya.
Ia menekankan bahwa isu ini tidak akan mengganggu agenda reformasi pajak yang tengah dijalankan Kemenkeu di bawah kepemimpinannya.
Purbaya menegaskan bahwa penerimaan uang atau suap akan menempatkannya dalam posisi rentan dan menghambat kinerja sebagai pejabat publik.