JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan sebagian besar iuran Indonesia untuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) kemungkinan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan ini disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).
"Sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga," kata Purbaya.
Baca Juga: Swasembada Energi Jadi Prioritas, Prabowo Beri Arahan Tegas ke Dewan Energi Nasional Namun, ia menegaskan bahwa keputusan final terkait hal ini belum dibahas secara resmi.
"Itu kita belum diskusikan tapi pada suatu saat nanti Presiden akan memberi tugas ke saya," ujarnya.
Presiden Prabowo sebelumnya menandatangani piagam Dewan Perdamaian saat kunjungan ke Swiss.
Indonesia bergabung dalam badan internasional yang diinisiasi mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini sebagai bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap), yang telah mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025).
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menegaskan bahwa pembayaran iuran bersifat sukarela dan bukan syarat keanggotaan. Iuran tersebut diarahkan untuk mendukung upaya perdamaian di Gaza, termasuk rekonstruksi wilayah yang terdampak konflik.
"Ini bukan membership fee, tapi untuk menyelesaikan situasi di Gaza, termasuk rekonstruksi," ujar Sugiono.*
(k/dh)