JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi keras tuduhan yang menyebut dirinya sebagai pemegang saham PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan sejumlah perusahaan nikel di Morowali.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026), Luhut menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar sama sekali.
"Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham," tegas Luhut, dengan nada yang memperlihatkan kemarahan sekaligus keberatan terhadap tuduhan yang menurutnya menyangkut harga diri dan martabat pribadi.
Baca Juga: Stabilitas Anggaran Kemenag Jadi Sorotan Menag Nasaruddin Umar di Tengah Krisis Internasional Luhut menjelaskan bahwa dirinya justru menolak operasional TPL yang dinilai merusak lingkungan.
Ia juga membantah memiliki saham di perusahaan-perusahaan nikel di Morowali, meskipun banyak pihak menudingnya karena perannya mendorong hilirisasi industri nikel di wilayah tersebut.
"Saya juga nggak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan itu. Saya punya saham katanya di sana? Tidak punya. Tunjukin! Bawa kemari," kata mantan Menko Marves itu.
Lebih lanjut, Luhut menegaskan satu-satunya perusahaan yang memang merupakan afiliasi pribadinya adalah Toba Sejahtera (bagian dari PT TBS Energi Utama), yang ia dirikan sebelum menjadi pejabat negara.
Di perusahaan tersebut, Luhut memiliki IUP batubara di Kutai Kertanegara yang diperolehnya pada 2003-2004.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap PT TPL yang dianggap berkontribusi memperparah dampak bencana alam di Sumatera Utara.
Luhut menekankan sikap transparan dan keberpihakannya terhadap pelestarian lingkungan serta menjauhkan diri dari kepemilikan saham di perusahaan yang disebut merusak alam.
Dengan tegas, Luhut meminta masyarakat dan media berhati-hati dalam menuduh pejabat publik terkait kepemilikan saham, karena dapat menimbulkan fitnah dan mengganggu reputasi.*
(d/dh)