KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya pernah dituduh ingin menjadi diktator dan melakukan kudeta, namun membantah tuduhan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
"Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, mau kudeta. Tapi sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit, prajurit dari Tentara Nasional Indonesia. TNI adalah tentara rakyat, lahir dari rakyat," kata Prabowo.
Baca Juga: Target Swasembada Pangan Dipangkas Jadi 1 Tahun, Mentan Ngaku Stres Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan rasa herannya terhadap kondisi Indonesia.
Menurut dia, negara yang kaya akan sumber daya alam dan tanah subur masih bergantung pada impor pangan.
"Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya bagaimana negara yang begitu makmur, tetapi kekayaannya kurang dinikmati rakyat. Kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Impor, impor, impor pangan," ucapnya.
Prabowo menekankan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran rakyat, terutama para petani.
Ia mencontohkan bagaimana para petani memberi makan tentara dan pejuang saat perang kemerdekaan 1945.
"Yang memberi makan kepada tentara dan pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita," pungkas Prabowo.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Prabowo pada keadilan sosial dan kedaulatan pangan, sambil menyoroti pentingnya menghargai peran rakyat dalam sejarah kemerdekaan.*
(d/dh)