MEDAN — Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan tengah menunggu keputusan DPP Partai Golkar terkait pengisian jabatan sekretaris Golkar Sumut yang masih kosong pasca-mundur Ilhamsyah.
Doli menegaskan, proses verifikasi kepengurusan menjadi langkah awal jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar ke XI yang direncanakan digelar pada Januari 2026.
"Yang pertama, tentu, saya sedang mengajukan verifikasi kepengurusan. Ya, karena kan saudara sekretaris mengundurkan diri, tentu organisasi ini harus berjalan lengkap strukturnya, termasuk dengan sekretaris. Nanti saya akan tunggu SK terbaru dari DPP, setelah itu baru akan digelar rapat pleno untuk menentukan panitia Musda," ujar Doli, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Satu Bulan Pascabencana, BPBD Catat 13.355 Warga Masih Mengungsi Sebagai Plt Ketua Golkar Sumut, Doli berharap Musda ke XI bisa berjalan aman dan lancar.
Mengenai adanya perbedaan pendapat menjelang Musda, Doli menilai hal tersebut sebagai dinamika biasa dalam organisasi.
"Dinamika di dalam sebuah organisasi itu biasa terjadi. Setiap pengambilan keputusan, ada pro dan kontra, kita hormati itu. Yang paling penting adalah menghargai dan menghormati keputusan resmi partai. Kalau memang perlu dialog, saya tiap hari ada di kantor ini, jadi lebih bagus kita selesaikan secara internal," tambahnya.
Doli ditunjuk menggantikan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai Ketua Golkar Sumut berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025, tertanggal 14 Desember 2025, yang ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji.
SK tersebut meminta Doli segera menyelenggarakan Musda XI untuk memilih calon ketua Golkar Sumut periode 2025–2030.
Pergantian Musa Rajekshah sebagai ketua juga memicu mundurnya Ilhamsyah dari jabatan sekretaris Golkar Sumut.
Doli memastikan pihaknya terbuka untuk berdialog dengan seluruh kader Golkar di Sumut demi menjaga persatuan dan kelancaran proses Musda.*
(tm/ad)