JAKARTA – Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck menanggapi pencopotan dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) dengan sikap positif.
Ia menegaskan keputusan itu sepenuhnya merupakan hak Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan percaya adanya rencana besar untuk kemajuan partai di Sumut.
"Saya serahkan semuanya ke DPP. Pasti Ketua Umum punya rencana untuk menata DPD tingkat satu sampai DPD dua ke depan," ujar Ijeck saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga: Tiga Perwira Polda Sumut Resmi Naik Pangkat Jadi Brigjen Pol per Januari 2026 Ijeck mengaku belum menerima surat resmi pencopotan dirinya. Ia baru mengetahui kabar tersebut saat berada di Sumut beberapa hari lalu.
Meski demikian, Ijeck menekankan bahwa hal ini merupakan dinamika biasa dalam organisasi politik.
Selama memimpin Golkar Sumut, Ijeck mencatat prestasi signifikan.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar Sumut meraih suara tertinggi pada Pemilu 2024, berhasil menduduki kursi Ketua DPRD Sumut, dan meningkatkan perolehan suara di tingkat DPR RI serta DPRD Kabupaten/Kota.
"Memang ada perbedaan pandangan dalam organisasi. Tapi saya merespons positif saja. Target Pilkada pun di Sumut kita naik signifikan hingga 60 persen," tambahnya.
Ijeck juga memahami adanya kekecewaan di kalangan kader dan anggota partai. Namun, menurutnya, hal itu manusiawi dan bagian dari dinamika organisasi.
Keputusan pencopotan Ijeck ditindaklanjuti dengan penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut.
Penunjukan ini tertuang dalam SK Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 yang ditetapkan pada 14 Desember 2025 dan ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji.
Ahmad Doli Kurnia Tanjung saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Golkar dan Ketua Komisi II DPR RI.