JAKARTA — Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji, meyakini Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan segera membuka nama orang besar yang diduga memainkan isu ijazah palsu selama empat tahun terakhir.
Keyakinan itu diungkapkan Susno saat tampil di program Bola Liar Kompas TV, Jumat (12/12/2025).
"Saya yakin Pak Jokowi sudah punya data tentang siapa orang gede, bahkan siapa yang asing tinggal dia buka. Seyakin-yakinnya 2.567 persen. Prediksi reserse itu," ujar Susno.
Baca Juga: KPK: Biaya Politik di Indonesia Sangat Tinggi Menurut Susno, jika isu ini tidak segera diungkap, publik akan terus gaduh dan isu tersebut menjadi "bola liar."
Sebaliknya, pengungkapan sosok di balik isu akan membuat keadaan lebih terang dan menutup spekulasi yang beredar.
Jokowi sebelumnya mengaku mengetahui siapa sosok di balik isu tersebut, namun enggan menyebutkan nama secara publik.
Jokowi menegaskan isu ini dimainkan karena kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.
"Ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik. Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ," ujar Jokowi, Selasa (9/12/2025).
Jokowi meminta masyarakat dan elite politik untuk memfokuskan energi pada hal-hal besar, termasuk menghadapi perubahan di era teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan robot humanoid, alih-alih terpaku pada isu ringan yang dapat menimbulkan kegaduhan publik.
Susno, yang berdinas di reserse Polri selama 35 tahun dan pernah menjabat Kabareskrim periode 2008-2009, menilai pengungkapan sosok besar tersebut merupakan langkah tepat untuk menutup spekulasi yang sudah lama beredar.
"Kalau dia buka, maka akan terang benderang, tetapi kalau tidak buka, ini akan menimbulkan suatu perpecahan atau kegaduhan baru lagi," tegas Susno.*