JAKARTA— Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan para politikus agar tidak berselingkuh dengan konstitusi demi meraih kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikan SBY saat menghadiri peluncuran buku otobiografi Marsekal (Purn) Djoko Suyanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/12/2025).
"Dalam meraih kekuasaan, jalannya harus benar. Jangan berselingkuh terhadap konstitusi. Jangan menyalahgunakan kekuasaan," ujar SBY.
Baca Juga: Ibu-Ibu Persit Kodim Tabanan Gelar Turnamen Voli Se-Nusantara Sambut Hari Ibu Ia menegaskan agar politisi tidak melibatkan TNI, Polri, maupun Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendukung partai politik atau calon presiden tertentu.
SBY menambahkan, sejak Reformasi 1998, terdapat kesepakatan bahwa prajurit TNI aktif dilarang terlibat dalam politik praktis.
Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip dan nilai-nilai yang baik dalam politik, meskipun ada tekanan untuk meraih kekuasaan.
"Kami berpendapat bahwa di samping soal kepentingan politik, values, prinsip, dan nilai-nilai yang baik tidak boleh dikesampingkan," kata SBY, yang mengenang kerja sama dan pemikiran bersama Djoko Suyanto terkait etika kepemimpinan.
Selain itu, SBY menekankan bahwa kepentingan negara harus selalu diutamakan apabila terdapat konflik antara kepentingan partai politik dan negara.
"Kalau ada konflik kepentingan partai politik atau negara, kita harus memilih. Negaralah yang diutamakan. Country first, jangan dibalik," ujar SBY.
Djoko Suyanto dikenal sebagai mantan Panglima TNI (2006–2007) dan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada periode kedua pemerintahan SBY.*
(k/dh)