JAKARTA – Anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni, angkat bicara terkait kasus penjarahan yang menimpa rumahnya.
Ia menilai para pelaku bukan hanya merusak properti, tetapi juga menunjukkan sikap tidak memahami kondisi ekonomi dan sosial saat ini.
Dalam pernyataannya, Sahroni menegaskan bahwa rumah yang dijarah merupakan hasil kerja kerasnya, bukan uang rakyat.
Baca Juga: Di Tengah Politik Gemerlap: Kader Militan Muhammad Idris Hidup Sederhana Tapi Setia pada PDI Perjuangan "Saya alhamdulillah tidak korupsi, tapi dianggap rumah ini adalah duit rakyat dari hasil pajak. Saya yakin tuh orang-orang yang teriak itu boro-boro bayar pajak, pasti nunggu sembako juga," ujar Sahroni.
Sahroni menyayangkan tindakan para penjarah, yang menurutnya terjadi akibat framing politik yang keliru di ruang publik.
"Sayang bapak ibu, konteks politik di dalam ruang publik ini di-frame orang yang gak ngerti kondisinya. Ini kalau nggak ditutup sama terpal omongannya ya Allah ya Tuhan," lanjutnya.
Selain itu, Sahroni juga menjelaskan alasan baru muncul untuk memberikan klarifikasi.
Ia mengaku selama ini merasa dibenci dan dicari banyak pihak.
"Kenapa saya baru hadir lagi hari ini? Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya," kata Sahroni.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait penyelidikan terhadap kasus penjarahan rumah anggota DPR nonaktif tersebut.*
(in/a008)