JAKARTA – Partai Nasdem menegaskan akan mengikuti seluruh mekanisme Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait sidang pelanggaran etik dua kadernya, yakni Sahroni dan Nafa Urbach.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem Saan Mustopa usai menghadiri acara Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
"Ya, kita akan mengikuti semua mekanisme yang ada di MKD. Kita percaya sidang akan berlangsung adil," ujar Saan.
Baca Juga: Eks Kadis PUPR Sumut Topan Ginting Segera Disidang Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Ia menambahkan, pihaknya yakin MKD akan mengedepankan prinsip keadilan dan kepastian hukum dalam memproses kasus ini.
Saan menegaskan, keputusan terkait nasib kedua kader Nasdem akan mengikuti putusan MKD.
"Nanti kita lihat putusan MKD. Kita tidak mendahului keputusan mereka," kata dia.
Sidang etik ini merupakan tindak lanjut aduan masyarakat terhadap pernyataan sejumlah anggota DPR yang dinilai kontroversial.
Selain Sahroni dan Nafa Urbach, sejumlah anggota DPR lain yang akan menjalani sidang MKD antara lain Adies Kadir (Fraksi Golkar), Uya Kuya, dan Eko Patrio (Fraksi PAN).
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkapkan, pimpinan DPR telah mengizinkan MKD menggelar sidang terbuka di masa reses, dengan agenda persidangan dijadwalkan mulai 29 Oktober 2025.
"Pimpinan DPR menyerahkan agenda persidangan sepenuhnya kepada MKD," kata Dasco, Rabu (22/10/2025).
Penonaktifan Sahroni, Nafa Urbach, dan anggota DPR lainnya oleh fraksi masing-masing terkait pernyataan mereka ke publik yang memicu kontroversi dan demonstrasi besar pada akhir Agustus lalu.
Beberapa pernyataan itu berkaitan dengan kenaikan tunjangan perumahan anggota dewan serta sikap yang dianggap tidak empati terhadap isu publik.