JAKARTA — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas mengungkapkan ciri-ciri terbaru sosok Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini hanya disebut dengan inisial "J".
Dalam keterangannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10), Supratman membeberkan bahwa nama lengkap ketua dewan pembina tersebut diawali dengan huruf "J" dan dilanjutkan dengan huruf "E".
"Ketua Dewan Pembinanya kan sudah J. Lengkap, cuma saya lupa tuh. Tapi kalau tidak salah tuh, habis J, E," ujar Supratman saat ditemui wartawan.
Baca Juga: Modus Kades Batang Onang Baru: Dana Desa Rp536 Juta Diduga Digunakan untuk Usaha Pribadi Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, nama lengkap sosok yang disebut sebagai "Bapak J" sudah tercantum dalam struktur lengkap yang diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM, namun ia enggan menyebutkan lebih lanjut.
Pernyataan Supratman ini menjadi perhatian publik setelah sebelumnya Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, mengonfirmasi bahwa sosok berinisial "J" yang akan mengisi posisi Ketua Dewan Pembina PSI merupakan seorang politisi sekaligus pengusaha.
Kaesang menyampaikan hal tersebut usai pelantikan pengurus PSI periode 2025-2030 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
"Politisi dan pengusaha," ujar Kaesang singkat tanpa merinci identitas lebih jauh.
Teka-teki mengenai sosok inisial "J" ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.
Namun, Kaesang dan pihak terkait belum memberikan klarifikasi pasti soal hal tersebut.
Sejauh ini, Kementerian Hukum dan HAM masih menjadi rujukan utama untuk memastikan legalitas dan struktur kepengurusan partai politik, termasuk PSI.
Penegasan dari Menkum Supratman memberikan gambaran bahwa struktur partai sudah lengkap, namun nama dan identitas detail Ketua Dewan Pembina masih menjadi misteri yang menunggu waktu untuk terungkap.*