JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, meminta agar polemik terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera dihentikan. Menurut Andy, klarifikasi dari Management Development Institute of Singapore (MDIS), tempat Gibran menempuh pendidikan, seharusnya menjadi jawaban final soal pendidikan dan gelarnya.
"Seharusnya penjelasan MDIS menghentikan polemik soal pendidikan dan ijazah Mas Gibran bila niatnya benar-benar mencari kebenaran. Siapa lagi yang bisa memberikan klarifikasi selain MDIS sebagai penyelenggara pendidikan?" kata Andy kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).
Andy menduga ada pihak yang sengaja menggaungkan isu ini untuk menciptakan kegaduhan politik. "Kita lihat apa isu ini padam. Bisa jadi gerakan ini bermotif politik untuk terus melanjutkan fitnah terkait ijazah Wapres. Tujuan mereka bukan untuk mencari kebenaran, tapi untuk terus menciptakan kegaduhan politik," ujarnya.
Baca Juga: KPK Buka Peluang Panggil Istri Ridwan Kamil Terkait Kasus Korupsi BJB Sebelumnya, MDIS membenarkan Gibran merupakan lulusannya dengan gelar Diploma dan Sarjana. Surat resmi MDIS yang beredar secara online pada Rabu (1/10/2025) telah dikonfirmasi oleh Manager PR & Communications MDIS, Gabriel J Tan, melalui email resmi MDIS.
Kasus ini muncul karena seorang warga bernama Subhan mengajukan gugatan perdata terhadap Gibran dan KPU RI terkait ijazah SMA Wapres. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst dan saat ini diadili oleh Ketua Majelis Hakim Budi Prayitno dengan anggota Abdul Latip dan Arlen Veronica.
Andy Budiman berharap, dengan adanya klarifikasi resmi dari MDIS, polemik ijazah Wapres Gibran segera berhenti dan masyarakat dapat fokus pada isu yang lebih substantif.*
(d/j006)