MEDAN - Kader senior PDIP Sumut Rudy Hermanto menilai ada dugaan kuat "playing victim" di balik pemasangan spanduk berbau SARA di kantor lama DPC PDIP di kawasan Medan Petisah. Tujuannya sangat kentara untuk mendiskreditkan salah satu calon ketua DPC, dan di sisi lain untuk mendapatkan efek simpati kepada calon lainnya.
Namun disebutnya, permainan "playing victim" ini sangat mudah ditebak sehingga tidak ada kader yang terpengaruh dengan penggiringan opini dari pemasangan spanduk SARA dimaksud.
Baca Juga: Wakil Bendahara DPC PDIP Medan Cut Zuriaty SP: Robi Barus Ketua DPC, Peluang Besar PDIP Menang Pilwalkot 2030 "Isu SARA jelas tidak jalan di PDIP, sebagai partai penjaga demokrasi, pluralisme dan sudah teruji dalam sejarah menjadi garda terdepan dalam merawat keberagaman di NKRI.
Sudah pasti pelaku pemasangan spanduk SARA adalah bukan kader, tetapi penyusup yang sengaja diciptakan untuk memancing di air keruh," tegas Rudy Hermanto saat diminta wartawan tanggapannya, Sabtu (27/9) di Medan.
Rudy Hermanto menyebut karena pemasangan poster SARA telah ramai dibincangkan di ruang publik, maka sebaiknya DPC PDIP Medan melakukan pengusutan termasuk melaporkan ke pihak kepolisian. Agar bisa dipastikan apakah benar poster dimaksud terpasang di depan kantor lama DPC, atau sekedar rekayasa foto belaka yang kemudian dieskpos ke media sosial.