JAKARTA - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (
PPP)
Arwani Thomafi menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tidak melakukan cawe-cawe atau intervensi jelang pemilihan Ketua Umum baru dalam Muktamar X
PPP. Ia memastikan prosesi permusyawaratan berjalan baik dan demokratis."Cawe-cawe secara kelembagaan ya nggak mungkin ya, nggak. Saya sebagai sekjen berikhtiar menjaga betul agar prosesi permusyawaratan ini berjalan dengan baik," ujar Arwani di sela Muktamar X
PPP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).Lebih lanjut, Arwani menegaskan bahwa setiap kader, termasuk jajaran DPP, bebas memberikan dukungan maupun menjadi tim sukses calon ketua umum. "Kalau teman-teman DPP tentu bebas, mau jadi tim sukses bebas. Nyatanya juga banyak yang jadi tim sukses kan, saya aja mungkin yang nggak dipilih jadi tim sukses ini," tambahnya.
Baca Juga: PPP Gelar Muktamar ke-10, Pemilihan Ketum Dilakukan Melalui 676 Suara Sah Menurut Arwani, kebebasan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hak politik kader sekaligus cerminan tradisi kaderisasi yang dijunjung
PPP. "Saya kira itu hak politik dari teman-teman DPP, teman-teman DPW, pimpinan majlis juga ada yang jadi tim sukses," tegasnya.Sejumlah elit
PPP turut hadir dalam agenda Muktamar X ini, antara lain Ketua Majelis Pertimbangan DPP
PPP Romahurmuziy (Rommy), Ketua Mahkamah Partai
PPP Ade Irfan Pulungan, hingga tokoh muda
PPP Gus Yasin dan Gus Idror.*(J006)