JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (
PSI),
Ahmad Ali, meminta
Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan menyelesaikan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disampaikan Ali usai pelantikan DPP
PSI periode 2025-2030 di The Club Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (26/9/2025)."Ya kita berharap Bapak Presiden dengan segala kewenangannya bisa menyegerakan, mengakhiri kegaduhan yang terjadi tentang ijazah palsu dan yang terakhir hari ini muncul lagi terkait Mas Wapres," ujar Ali. Ia juga meminta kementerian terkait memberikan ketegasan atas keabsahan ijazah Jokowi.Isu ijazah ini kembali mencuat setelah Suryo dan Rismon Sianipar melontarkan dugaan ijazah palsu ke publik. Gibran sendiri digugat secara perdata karena ijazah SMA-nya dinilai tidak sah saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024, dengan penggugat menuntut Rp125 triliun. Gugatan menyebut Gibran bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, sehingga keabsahan ijazahnya dipertanyakan.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Bupati Mempawah Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan Jokowi menegaskan bahwa keputusan menyekolahkan Gibran di luar negeri adalah pilihannya untuk membuat sang anak lebih mandiri. Sementara itu, Jokowi menilai isu ini sebagai bagian dari agenda politik besar yang juga menarget Gibran. Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap dugaan ijazah palsu Jokowi.
Ahmad Ali menambahkan bahwa pihak-pihak yang sengaja membuat kegaduhan tentang ijazah ini harus dihentikan demi menjaga stabilitas publik di tengah berbagai tantangan nasional.*
(tb/j006)