MEDAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (
PDIP) Sumatera Utara mengkritisi langkah
Gubernur Sumatera Utara
Bobby Nasution yang telah men
copot delapan
pejabat eselon II dan III selama tujuh bulan masa kepemimpinannya.
PDIP menilai pergantian tersebut seharusnya tidak dilakukan secara subjektif, melainkan berdasarkan evaluasi kinerja yang terukur dan profesional.Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD
PDIP Sumut, Aswan Jaya, menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang baik semestinya mampu memberikan arahan yang jelas kepada bawahannya, bukan sekadar mengganti personel tanpa pembenahan sistem manajemen yang mendasarinya.
Baca Juga: Pemkab Simalungun Gercep Benahi Kota Wisata Parapat, Tak Mau Hanya Jadi Transit Menuju Samosir "Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat memberikan pengarahan kepada bawahannya, yang kemudian dilanjutkan dengan kerja-kerja yang nyata," ujar Aswan dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).Aswan menilai, jika seorang pemimpin terlalu sering melakukan pergantian
pejabat, hal itu justru bisa menunjukkan bahwa sang pemimpin gagal menerjemahkan visi dan misinya kepada jajaran birokrasi."Pada saat pemimpin, apalagi seorang gubernur, sering mengganti bawahannya, maka pada saat itu dia gagal menterjemahkan visi misinya kepada bawahannya. Itu membuat bawahannya juga gagal mengimplementasikan apa yang diinginkan atasannya," jelasnya.
PDIP Sumut menegaskan bahwa pergantian jabatan harus dilakukan melalui mekanisme manajerial yang jelas, dimulai dari pembagian tugas, pengawasan, dan evaluasi terhadap capaian program.Aswan juga mewanti-wanti agar keputusan rotasi jabatan tidak didasari faktor subjektif seperti kedekatan personal, kesamaan marga, atau persepsi yang tidak berdasar.