JAKARTA – Peneliti sekaligus aktivis, dr. Tifauzia Tyassuma, mengumumkan rampungnya buku hasil riset timnya yang mengulas keabsahan dokumen dan perilaku kekuasaan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Karya yang diberi judul "Jokowi's White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan" ini merupakan hasil kolaborasi tiga penulis dengan latar belakang keahlian berbeda.
"Alhamdulillah, penelitian ini telah tuntas. Kami memutuskan untuk menerbitkannya dalam bentuk buku agar bisa menjangkau pembaca lebih luas, tidak hanya terbatas pada kalangan akademik," ujar dr. Tifa, Senin (11/8/2025).
Buku tersebut akan hadir dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
Versi internasionalnya direncanakan terbit di Amazon, sementara versi Indonesia akan didistribusikan dalam format cetak dan digital.
Menurut dr. Tifa, penerbitan ini dimaksudkan sebagai catatan sejarah dan sarana pembelajaran bagi publik.
"Ini bukan penghakiman, melainkan upaya pembelaan terhadap kebenaran dengan metodologi ilmiah. Jika ada pihak yang berbeda pandangan, kami persilakan untuk menjawab dengan riset dan publikasi serupa," tegasnya.
Dr. Tifa menambahkan, buku adalah media yang tahan terhadap upaya pembungkaman.
"Manusia bisa dibungkam, tetapi buku akan tetap berbicara, dengan atau tanpa kami," imbuhnya.
Nama dr. Tifa selama ini dikenal publik karena aktif menyoroti isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo, bersama Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Polemik ini sempat mencuat pada 2022, ketika UGM menyatakan Jokowi merupakan lulusan sah Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang lulus pada 1985.
Isu kembali memanas pada April 2025, ketika Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan UGM untuk meminta klarifikasi terbuka.