JAKARTA — Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas-tugas diplomatik dan kenegaraan, meskipun telah resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra per 1 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono usai melangsungkan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belarusia, Maxim Ryzhenkov, di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Selasa (5/8).
Saat disapa oleh awak media dengan panggilan "Pak Sekjen", Sugiono terlihat tersenyum dan merespons santai sambil menegaskan komitmennya terhadap jabatan negara yang ia emban.
"Seperti yang Anda lihat hari ini, saya masih menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri," ujarnya.
Sugiono mengakui bahwa jabatan sebagai Sekjen merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab serius.
Meski demikian, ia optimistis bahwa dengan struktur organisasi Partai Gerindra yang sudah mapan, kedua peran tersebut dapat dijalankan secara profesional dan efektif.
"Jabatan sebagai Sekjen tentu merupakan tanggung jawab yang besar untuk ditunaikan. Tapi saya kira, karena Partai Gerindra manajemennya sudah berjalan lama, kita sudah 17 tahun, bahkan hampir 18 tahun, maka struktur administrasinya memungkinkan tugas ini dapat dikelola dengan baik," jelasnya.
Dalam struktur partai, Sugiono menggantikan Ahmad Muzani yang telah menjabat Sekretaris Jenderal sejak tahun 2008.
Peralihan jabatan ini sekaligus menandai penyegaran kepemimpinan di tubuh Partai Gerindra.
Sebagai diplomat sekaligus pejabat partai, Sugiono menegaskan bahwa ia akan terus menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas dalam menjalankan dua amanah tersebut.*