JAKARTA -Ketua DPP PDIP, Andi Widjajanto, menyatakan keheranannya atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Menurutnya, penunjukan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai adanya unsur politik di baliknya.
"Saya tidak memahami pertimbangan, juga tidak terlalu memahami apakah ini ada kalkulasi politik di belakangnya?" ujar Andi Widjajanto di DPP PDIP, Sabtu (26/4).
Andi menilai bahwa Prabowo masih bisa memilih Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai utusan, mengingat keduanya memiliki kedekatan dengan Paus Fransiskus. "Saya tidak tahu pertimbangannya apa ya, mungkin baru sekali ini lah presiden mengutus mantan presiden dalam tugas kenegaraan," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengutus empat tokoh untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.
Selain Jokowi, utusan lainnya adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Ignasius Jonan. Keberangkatan mereka diatur oleh pemerintah untuk mewakili Indonesia dalam menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus.*
(md/J006)