MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan ketahanan pangan melalui gerakan tanam cabai serentak dan peluncuran Kampus Mandiri Pangan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan.
Program ini diharapkan membantu menjaga pasokan pangan, menekan tekanan inflasi, sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan pertanian secara langsung.
Kegiatan bertajuk "Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Provinsi Sumatera Utara dan Launching Kampus Mandiri Pangan" itu berlangsung di Kampus Polbangtan Medan, Jalan Binjai Km 10, Medan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga: Serahkan Penghargaan KILAS 2026 kepada Sembilan Daerah di Sumut, Kahiyang Ayu Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual Penyelenggaraannya melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara bersama Polbangtan Medan.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, Ketua TP PKK Tanjungbalai Ny. Mashandayani Mahyaruddin, dan Staf Ahli TP PKK Ny. Desi Fadly Abdina turut menghadiri kegiatan tersebut bersama civitas akademika, petani, penyuluh, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain penanaman cabai, kegiatan tersebut diikuti gerakan tanam padi serentak di 20 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Penanaman padi dilakukan di lahan seluas 1.029 hektare dan disiarkan secara langsung melalui live streaming.
Gerakan ini diarahkan untuk memperkuat potensi pertanian di setiap daerah.
Penanaman cabai juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan komoditas pangan yang kerap memengaruhi pergerakan harga di pasar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan inflasi Indonesia pada September 2026 terkendali di level 3,28 persen.
Menurut dia, menjaga stabilitas pasokan dan menindak praktik mafia pangan yang mempermainkan rantai distribusi merupakan bagian dari strategi mengendalikan tekanan harga pangan.
Amran juga mendukung peluncuran Kampus Mandiri Pangan yang diinisiasi Polbangtan Medan.