BATU BARA — Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian turun langsung memanen padi menggunakan mesin combine harvester di areal persawahan Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Air Putih, Senin, 21 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batu Bara mendukung swasembada pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Baharuddin juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 10 unit mesin pompa air, bibit cabai, serta dua unit mesin crawler untuk mendukung aktivitas dan produktivitas sektor pertanian.
Baca Juga: Bupati Labusel Serahkan Bantuan Pendidikan Baznas kepada 22 Mahasiswa: Jangan Berhenti Kejar Cita-Cita Baharuddin mengatakan pertanian menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Menurut dia, pengelolaan jaringan irigasi yang optimal diperlukan untuk menjaga produktivitas lahan, terutama di Kecamatan Air Putih yang ditargetkan berkembang sebagai sentra produksi padi.
"Saya ingin irigasi-irigasi yang ada di daerah irigasi Kabupaten Batu Bara diurus sesuai kewenangannya masing-masing. Saya ingin Kecamatan Air Putih ini menjadi sentra pertanian padi," ujar Bupati Baharuddin.
Ia mengatakan perhatian terhadap jaringan irigasi, khususnya irigasi tersier, merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pertanian menjadi konsentrasi kita. Setiap irigasi tersier harus diurus karena kita ingin mendukung program Bapak Presiden dalam rangka ketahanan pangan. Hari ini, kita memiliki luas lahan pertanian sekitar 12 ribu hektare," ungkapnya.
Selain irigasi, Baharuddin menyoroti pentingnya kepastian harga gabah bagi petani.
Ia menyampaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah.
Menurut dia, kepastian harga diperlukan agar petani memperoleh perlindungan dan hasil yang sepadan dari usaha pertanian yang mereka jalankan.
Baharuddin juga mengingatkan pentingnya mempertahankan lahan pertanian produktif.