KARO — Erupsi Gunung Sinabung pada 31 Agustus 2026 berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah membuat ribuan hektare lahan pertanian terdampak.
Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Kabupaten Karo, luas lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik mencapai 1.832 hektare.
Baca Juga: Akun Penyebar Video Tuduhan terhadap Brigadir Iman Harefa Dilaporkan, Polda Sumut: Jika Ada Informasi, Tolong Diklarifikasi Dulu Lahan tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Naman Teran, Merdeka, Dolat Rayat, Berastagi, Simpang Empat, dan Barus Jahe.
Namun, sebagian besar tanaman yang sebelumnya terpapar abu vulkanik kini telah kembali pulih.
Dari total lahan terdampak, sekitar 1.677 hektare tanaman telah pulih setelah abu vulkanik tercuci oleh guyuran hujan.
Sementara itu, sebanyak 155 hektare tanaman masih tertutup abu vulkanik. Seluruh lahan yang masih terdampak tersebut berada di Kecamatan Naman Teran.
Dolat Rayat menjadi kecamatan dengan luas tanaman terdampak paling besar, yakni 725 hektare.
Berikutnya Kecamatan Merdeka dengan 375 hektare dan Berastagi 291 hektare.
Adapun Kecamatan Naman Teran memiliki lahan terdampak seluas 225 hektare, Barus Jahe 158 hektare, dan Simpang Empat 17 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Michael Purba mengatakan sejumlah komoditas hortikultura paling rentan terhadap paparan abu vulkanik.
Komoditas tersebut antara lain kentang, kubis, cabai keriting, dan kembang kol.