JAKARTA — Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, beras Indonesia akan kembali dikirim ke luar negeri, kali ini menuju Malaysia.
Pengiriman perdana tersebut berupa 1.000 ton beras premium.
Baca Juga: Sebut Kondisi 255 Pelajar yang Diduga Keracunan MBG Tak Mengkhawatirkan, Ini Profil Bupati Karo Antonius Ginting Langkah ini menjadi penanda bahwa produksi beras nasional tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai kembali memasuki pasar internasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi kabar baik sekaligus sejarah baru dalam hubungan perberasan kedua negara.
Kerja sama tersebut telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu.
"Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," jelas Amran di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Amran, keputusan membuka kembali ekspor beras dilakukan setelah pemerintah memastikan persediaan beras nasional mencukupi.
Saat ini, stok beras yang berada di Bulog disebut mencapai 5,2 juta ton.
Pemerintah juga telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk mengantisipasi produksi beras nasional yang masih berada pada level tinggi.
"Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," ucap dia.
Amran mengatakan berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2025.