MEDAN – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Karantina Sumut) kembali mencatatkan ekspor komoditas pertanian ke pasar internasional.
Melalui Satuan Pelayanan Kualanamu, Karantina Sumut menyertifikasi sebanyak 10.500 butir kecambah kelapa sawit yang akan dikirim ke Kolombia.
Kepala Karantina Sumut, Prayatno N. Ginting, mengatakan seluruh kecambah yang akan diekspor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan ketat untuk memastikan kualitas dan kesehatannya sesuai standar negara tujuan.
Baca Juga: Driver Ojol Medan Geruduk DPRD Sumut, Tagih Janji Presiden Soal Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen "Sebelum diterbitkan sertifikat, petugas karantina melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di Laboratorium Timbang Deli," kata Prayatno di Medan, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tunas dan akar kecambah tumbuh seimbang dengan panjang sekitar 0,5 sentimeter.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa benih memiliki tingkat vitalitas tinggi dan siap ditanam.
Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sanitari dan fitosanitari, Karantina Sumut menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau sertifikat fitosanitari.
Dokumen tersebut menjadi syarat utama bagi komoditas pertanian yang akan memasuki negara tujuan ekspor.
Prayatno menjelaskan, hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa kecambah kelapa sawit asal Indonesia tersebut bebas dari berbagai penyakit tanaman berbahaya, termasuk penyakit cadang yang disebabkan oleh viroid cadang kelapa.
Selain itu, benih sawit yang diekspor juga dinyatakan bebas dari penyakit layu pembuluh dan berbagai organisme pengganggu tumbuhan seperti alang-alang, gulma maman lanang, hingga penggerek tandan buah sawit.
Menurut Prayatno, pengiriman benih sawit unggul ke Kolombia tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi pertanian Indonesia di tingkat internasional.
"Benih sawit unggul dari Sumatera Utara diharapkan tumbuh menjadi tanaman produktif di Kolombia sekaligus mempererat hubungan kedua negara melalui sektor agribisnis," ujarnya.