PIDIE – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.
Kegiatan tersebut mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda Pidie, Dinas Pertanian, Bhayangkari, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Menyusut Drastis Sejak 2018 Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda, disebutkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga gangguan rantai pasok pangan internasional.
Kondisi ini membuat ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis bagi setiap negara.
"Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi sangat penting," ujar Wakapolda Aceh.
Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan seluas sekitar 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga.
Lahan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Pidie.
Wakapolda Aceh juga mengapresiasi peran Komunitas Petani Muda Milenial Pidie yang dinilai mampu mendorong inovasi di sektor pertanian.
Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci dalam modernisasi pertanian di Aceh.