MEDAN - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadyah (PWM) Sumut, menggelar koordinasi pendampingan dan pemberdayaan petani dalam rangka peningkatan kapasitas dan produktivitas petani Kabupaten Langkat, khususnya komoditas cabai.
Koordinasi pendampingan dan pemberdayaan petani tersebut, berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadyah Kabupaten Langkat, Selasa (02/06/2026).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Langkat Abdi Sukamto menyambut baik program MPM PWM Sumut tersebut. Dia berharap para peserta nantinya akan memiliki peningkatan kapasitas dalam bertanam cabai sehingga produktivitasnya meningkat.
Baca Juga: Bangun Peradaban Dari Generasi Muda, FML Gelar Kegiatan Ramadhan Camp Langkat Jadi Inspirasi Gerakan Nasional Ketua MPM PWM Sumut Maulana Malik Muttaqin menjelaskan, pendampingan petani ini, merupakan tindaklanjut program MPM PP Muhammadyah, dalam rangka membangun jaringan jamaah tani Muhammadyah (Jatamu).
"Karena melalui program pendampingan ini, maka diharapkan akan segera terbentuk jamaah tani Muhammadyah di Kabupaten Langkat," kata Maulana.
Program ini, kata Maulana, masih akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain di Sumut. Sehingga jejaring tani Muhammadyah akan tumbuh di Sumut.
Wakil Ketua PWM Sumut Prof Hasrat Efendi Samosir yang juga Koordinator Bidang (Korbid) MPM PWM Sumut yang membuka acara tersebut mengatakan, PWM Sumut benar-benar sangat mendukung program pemberdayaan petani tersebut.
"Majelis dan lembaga, merupakan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Muhammadyah dalam menjalankan roda organisasi, termasuk MPM," jelas Prof Hasrat Samosir.
Penjelasan teknis pendampingan petani dalam rangka peningkatan kapasitas dan produktivitas petani cabai itu, disampaikan langsung seorang kader Muhammadyah, Sa'adi Syam, yang kebetulan staf di Dinas Tanaman Pangan dan Hirtikuktura Provinsi Sumut.
Pada kesempatan itu disepakati satu lahan untuk menjadi tempat pembelajaran. Lahan tersebut merupakan milik Salamun, Ketua Ranting Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.
Para peserta yang menjadi pemberdataan petani tersebut disepakati 35 orang. Mereka merupakan petani Langkat. Seluruh peserta akan mengikuti pelatihan dengan 12 pertemuan di bawah pengawasan ahli pertanian.*