MEDAN — Petani bawang merah di Sumatera Utara menggelar aksi protes besar-besaran pada Senin (30/3/2026), menuntut pemerintah segera menghentikan peredaran bawang impor ilegal yang mereka klaim merusak harga pasar dan menghancurkan pendapatan mereka.
Aksi yang dimotori oleh Aliansi Petani Bawang Sumatera Utara (APBSU) ini melibatkan petani dari berbagai daerah penghasil bawang di Sumut, termasuk Tanah Karo.
Massa aksi memulai gerakan dari Kantor Gubernur Sumatera Utara, melanjutkan unjuk rasa ke Gedung DPRD Sumut, dan akhirnya menuju Mapolda Sumut untuk melaporkan dugaan praktik peredaran bawang impor ilegal.
Baca Juga: Bobby Nasution Tinjau Perbaikan Lapangan Kebun Bunga Medan, Fokus pada Kualitas Rumput dan Keamanan Pemain Para petani menilai bahwa masuknya bawang dari negara-negara seperti India dan Thailand, tanpa pengawasan yang ketat, telah merusak harga pasar.
Mereka menduga, bawang impor tersebut beredar secara ilegal tanpa melalui mekanisme yang semestinya.
Koordinator aksi, Sutra Sembiring, mengungkapkan betapa memprihatinkannya kondisi petani saat ini.
"Harga bawang di tingkat petani sudah hancur. Bawang impor ilegal membuat hasil panen kami tidak ada nilainya," ujar Sutra dalam orasinya yang penuh emosi.
Akibat banjirnya pasokan bawang impor ilegal, harga bawang di pasar lokal terus merosot, bahkan hingga membuat harga jual di tingkat petani tidak lagi menguntungkan.
Pasokan yang melimpah dari luar negeri, yang diduga berasal dari India dan Thailand, menekan harga bawang yang diproduksi petani lokal.
Dalam aksinya, para petani menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain menghentikan peredaran bawang impor ilegal, menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam jaringan impor ilegal, serta memberikan perlindungan nyata terhadap petani bawang lokal.
Di Gedung DPRD Sumut, perwakilan massa diterima oleh Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Gusmayadi, SE.
Gusmayadi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dan mendorong digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait.