MEDAN – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah merumuskan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk modernisasi sektor pertanian.
Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan efisiensi pertanian secara signifikan.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci keberhasilan penerapan teknologi ini.
Baca Juga: Gubernur Sumut Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir dan Longsor "Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat," kata Bobby Nasution saat rapat virtual dengan DEN dari kediamannya di Komplek Tasbih, Medan, Senin (23/2/2026).
Menurut Bobby Nasution, kemampuan pengguna teknologi menentukan keakuratan AI dalam memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam dan panen, menganalisis hama, hingga membantu perencanaan produksi.
"Peran AI sangat penting dalam teknologi pertanian, tetapi tentu bila data yang kita input akurat, hasilnya bisa lebih presisi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan sistem pertanian berbasis AI di Sumut telah siap diterapkan, termasuk dukungan investor.
Sistem ini sudah diuji coba di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) 2 dan siap diaplikasikan di sektor pertanian masyarakat.
"Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH, lahan ada, ini bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah dapat tinggal kita 'jahit'," kata Luhut.
Rapat virtual tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi, jajaran DEN, para bupati se-Sumut, serta OPD Pemprov Sumut dan peneliti TSTH 2.
Pemanfaatan AI di sektor pertanian Sumut ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata transformasi digital, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kemandirian pangan daerah.*