JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemulihan lahan sawah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diupayakan selesai dalam enam bulan ke depan.
Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Amran memaparkan, total lahan sawah yang terdampak bencana mencapai sekitar 94 ribu hektare.
Baca Juga: Dirut Bank Sumut Audiensi dengan Kajati Sumut, Sinergi BUMD dan Penegak Hukum Ditekankan Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 ribu hektare telah direhabilitasi dan siap untuk ditanami kembali.
Prioritas perbaikan diberikan pada lahan dengan kerusakan ringan agar segera produktif, sembari menangani lahan rusak sedang hingga berat secara paralel.
"Kita usahakan enam bulan selesai semuanya," ujar Amran.
Ia menambahkan, perbaikan yang dilakukan relatif minimal karena tanah longsoran yang rusak memiliki humus cukup subur.
Fokus utama adalah perbaikan sistem irigasi sehingga proses tanam bisa langsung dilakukan.
Dari sisi ketahanan pangan, Mentan menjamin stok beras di lapangan cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan, sementara stok nasional saat ini berada pada level 3,5 juta ton, dinilai aman.
Dalam hal pendanaan, Amran menyebut realisasi bantuan untuk pemulihan mencapai sekitar Rp1,52 triliun. Selain itu, Kementerian Pertanian menggeser anggaran reguler sebesar Rp1,49 triliun untuk periode 2025–2026.
Sementara tambahan anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun pada 2026 dan Rp1,1 triliun pada 2027, sehingga total mencapai Rp4,7 triliun.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan produktivitas pertanian di wilayah terdampak, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional tetap terjaga.*