KARO – Pemerintah Kabupaten Karo mengambil langkah strategis untuk menjadikan jeruk lokal sebagai komoditas unggulan yang mampu menembus pasar internasional.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., serta jajaran OPD terkait dan APINDO, mengikuti rapat pembahasan hilirisasi jeruk berbasis Smart Cold Storage System, Rabu (28/1/2026).
Rapat dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan MFA INSIGHTS Singapore, bertempat di Ruang KCC Kantor Bupati Karo.
Baca Juga: Bupati Karo Raih UHC Award 2026, Bukti Komitmen Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan Biaya Rapat ini fokus pada penerapan teknologi pascapanen dan pematangan jeruk, yang memungkinkan buah bertahan hingga enam bulan.
Teknologi tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan daya saing jeruk Karo di pasar nasional maupun internasional.
"Ke depan, jeruk Karo tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga produk ekspor yang berkualitas dan bernilai tambah tinggi," ujar Bupati Antonius Ginting.
Ia menekankan pentingnya kejelasan pasar agar program ini berjalan efektif dan memberikan keyakinan bagi investor.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo menambahkan, MFA INSIGHTS Singapore diharapkan membantu Pemkab Karo dalam pendampingan sertifikasi ekspor ke Singapura, mulai dari standar kualitas hingga persyaratan teknis yang menjadikan jeruk layak untuk pasar internasional.
Selain itu, rapat juga membahas model kerja sama investasi, seperti jual beli putus, join financer, hingga skema hybrid, termasuk potensi dukungan investasi dari China dan Singapura.
Melalui langkah ini, Pemkab Karo menargetkan hilirisasi pertanian yang dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas akses pasar global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pemanfaatan Smart Cold Storage, jeruk Karo diharapkan menjadi simbol keberhasilan kolaborasi teknologi, pemerintah, dan investor, serta bukti nyata inovasi pertanian di Indonesia.*