KARO — Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya melaksanakan panen raya padi sawah di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Selasa, 20 Januari 2026.
Panen ini disebut sebagai penanda kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Karo setelah terdampak banjir pada 2024.
Antonius mengatakan panen raya tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan hasil nyata dari kerja bersama pemerintah dan petani dalam memulihkan kawasan sentra pangan Paya Lah Lah.
Baca Juga: Dam PLTA Sipan Sihaporas Rusak Pascabanjir Bandang, Bupati Tapteng Minta Percepatan Perbaikan "Panen raya ini adalah bukti kebangkitan sektor pertanian, khususnya di kawasan Paya Lah Lah yang selama ini menjadi sentra pangan penting di Kabupaten Karo," ujar Antonius.
Ia menjelaskan, kawasan Paya Lah Lah memiliki luas sekitar 3.300 hektare yang mencakup sejumlah desa.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Karo memfokuskan penanganan lahan seluas 1.500 hektare.
Dari luasan tersebut, petani telah mulai memanen padi sawah dengan produktivitas rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.
Menurut Antonius, capaian itu dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama petani.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, yang menyampaikan sambutan Gubernur Sumatera Utara, menyebut panen raya ini sebagai indikator keberhasilan pemulihan jaringan irigasi di wilayah terdampak banjir.
"Dengan irigasi yang kembali berfungsi optimal, petani dapat menanam tepat waktu dan menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan," kata Surya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2025 telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani di Kabupaten Karo.
Bantuan tersebut meliputi corn sheller mobile, solar dryer dome, gudang pascapanen, perangkap lalat buah, handtraktor, cultivator, serta bantuan benih padi sawah seluas 1.040 hektare dan benih jagung hibrida seluas 550 hektare.