TAPANULI SELATAN – Bendungan Aek Mandurana di Saba Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami kerusakan berat pascabanjir bandang pekan lalu.
Kerusakan ini mengancam 60–100 hektare persawahan di wilayah Kelurahan Baringin, termasuk Lingkungan Sumuran, Huta Raja, Sialagundi, hingga hilir Saba Bolak.
Sekretaris Persatuan dan pemerhati wartawan Angkola Sipirok (PERWASI), Mora Siregar, menyebutkan, saluran irigasi bendungan tertimbun material longsoran sepanjang 70 meter dengan endapan lumpur lebih dari 50 sentimeter, sehingga air tidak dapat mengalir ke persawahan.
Baca Juga: Mualem Kritik Penundaan Bantuan Asing, “Mereka Tolong Kita, Kok Dipersulit?” "Kerusakan ini harus segera ditangani karena bulan ini memasuki musim tanam padi. Petani khawatir keterlambatan perbaikan akan menyebabkan gagal tanam pada musim ini," ujar Mora Siregar, Minggu (8/12/2025).
Masyarakat setempat telah melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi, tetapi kerusakan dianggap terlalu parah untuk ditangani secara mandiri.
PERWASI Tapsel meminta perhatian dan bantuan dari dinas terkait, termasuk Dinas PU PR dan Dinas Pertanian Tapsel, agar penanganan darurat dapat segera dilakukan.
"Besok warga berencana kembali melakukan gotong royong guna membuka akses aliran air sembari berharap bantuan teknis dari pemerintah segera turun," tambah Mora.
Bendungan Aek Mandurana berlokasi dekat Hotel Torsibohi, yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan petani di kawasan tersebut.
Tanpa penanganan cepat, musim tanam padi berisiko gagal, berdampak pada ketahanan pangan lokal dan ekonomi masyarakat.*
(ad)