JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan pemulihan seluruh lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sumatra rampung dalam waktu satu hingga dua bulan.
Pemerintah pusat memastikan seluruh biaya rekonstruksi ditanggung tanpa membebani petani.
Dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Desember 2025, Amran mengatakan sedikitnya 40 ribu hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir sepanjang November–Desember.
Baca Juga: Jalan Berlumpur, Banjir Selutut, Batu Besar 2 Meter Menumpuk! Begini Kondisi Aceh Saat Dikunjungi Wakapanglima TNI Seluruh lahan tersebut, kata dia, akan dibangun kembali melalui pendanaan pemerintah pusat.
"Pemerintah ambil alih, bangun sampai kembali jadi sawah. Kami kirim peralatan dan bantuan benih gratis," ujar Amran.
"Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya."
Saat meninjau kerusakan 82 hektare sawah di Tapanuli Tengah, Amran menegaskan bahwa proses rekonstruksi akan melibatkan kontraktor lokal yang ditunjuk pemerintah daerah.
Pendanaan sepenuhnya berasal dari APBN.
"Kami kerja sama dengan kontraktor lokal. Pak Bupati tinggal tunjuk, Pak Gubernur kerjakan, pusat yang biayai," katanya.
Amran menjelaskan langkah pemulihan disesuaikan dengan kondisi sawah di tiap lokasi.
Untuk lahan yang rata akibat banjir, pemerintah akan membangun ulang struktur sawah dan memberikan benih serta alat pertanian.
Pada lahan yang tidak mengalami kerusakan berat, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan).