MEDAN – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) segera menandatangani kerja sama sister province dengan Provinsi Hainan, Tiongkok.
Kolaborasi ini membuka peluang strategis di sektor bioteknologi, pertanian, obat herbal, serta industri manufaktur dan ekonomi digital.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan, kerja sama ini akan difokuskan pada beberapa sektor prioritas, termasuk teknologi manufaktur, ekonomi kelautan, pariwisata, serta komoditas unggulan seperti nilam, menyan, minyak atsiri, dan durian.
Baca Juga: UPDATE! Korban Banjir dan Longsor di Sumut Capai 72 Orang, Polda Kerahkan Satelit dan Drone "Tim yang sudah kita bentuk akan mempercepat kerja sama ini agar terealisasi. Kami memperkirakan peningkatan nilai ekspor Sumut ke Tiongkok mencapai US$ 500 juta," kata Bobby Nasution usai rapat virtual bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Medan.
Pemprov Sumut saat ini tengah menyiapkan berbagai kebutuhan administratif, peraturan daerah, hingga lahan untuk mendukung kelancaran implementasi kerja sama, yang ditargetkan mulai berjalan pertengahan tahun 2026.
Kesuksesan kolaborasi ini juga akan diperkuat melalui pembentukan North Sumatera-Hainan Cooperation Council (NSHCC), yang melibatkan pemprov, pelabuhan, BUMD, BUMN, dan asosiasi industri.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan bahwa Sumut tidak hanya akan mengekspor bahan mentah, tetapi juga barang setengah jadi, sehingga nilai ekonominya lebih tinggi.
Khusus untuk durian, Hainan saat ini banyak mengimpor dari Thailand, namun Sumut berpotensi menggantikan pasokan tersebut dengan durian lokal unggulan.
"Kita harus menyiapkan bibit, lahan, dan produksi durian yang siap diekspor. Ini akan menjadi peluang besar bagi pertanian Sumut," ujar Luhut.
Rapat virtual ini dihadiri staf ahli DEN Zona Widhagdo Putri, jajaran DEN, serta jajaran Pemprov Sumut, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Armand Efffendy Pohan, Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah, Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmasah, dan sejumlah OPD terkait.*
(ad)