Bikin Heboh! Kebun Vertikal 18 Meter di Cilandak Jadi Pemasok Restoran Premium

- Sabtu, 25 Oktober 2025 17:35 WIB
Ladang Farm di Cilandak menghadirkan pertanian vertikal hidroponik.(Foto: detik.com)

JAKARTA – Di tengah padatnya kawasan Jakarta Selatan, berdiri deretan rak putih menjulang hingga 18 meter ke langit. Dari luar, bangunan ini sekilas tampak sepertiC.

Namun begitu melangkah ke dalam, pemandangan hijau menyambut mata barisan tanaman segar seperti selada, mint, perilla, hingga basil tumbuh rapi di tiap tingkat.

Inilah Ladang Farm Teknologi, pelopor pertanian vertikal tertinggi di Indonesia. Berlokasi di kawasan Cilandak, usaha ini menjadi bukti bahwa lahan sempit perkotaan tetap bisa menghasilkan pangan produktif dan berkelanjutan.

Didirikan pada 2022 di bawah naungan PT Ladang Teknologi Nusantara, Ladang Farm berawal dari perusahaan teknologi yang bergerak di bidang rekayasa perangkat lunak.

Keinginan untuk menerapkan kemampuan teknologi ke sektor pertanian modern menjadi titik awal lahirnya proyek ambisius ini.

"Awalnya kami bergerak di bidang software dan engineering. Tapi kami ingin mengembangkan teknologi untuk pertanian. Dari situ lahir Ladang Farm," ujar General Manager Ladang Farm, Nova Riswanto, saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/10/2025).

Berbeda dari kebanyakan kebun hidroponik, Ladang Farm berdiri tegak dengan struktur vertikal setinggi 18 meter — tertinggi di Indonesia.

Dengan konsep bertingkat, mereka mampu menghasilkan panen setara satu hektare lahan konvensional hanya dari sebidang tanah di tengah kota.

"Kami berdiri di tengah perkotaan, jadi fokusnya vertikal. Dengan lahan sempit, hasilnya bisa setara satu hektare," kata Nova.

Di luar negeri, konsep serupa sudah banyak diterapkan. Namun di Indonesia, Ladang Farm menjadi pionir dengan skala dan ketinggian yang belum pernah ada sebelumnya.

"Di Indonesia, rata-rata vertical farming hanya sekitar enam meter. Ladang Farm menjadi yang pertama dengan ketinggian 18 meter," imbuhnya.

Untuk menopang sistem tanam setinggi itu, Ladang Farm menerapkan teknologi hidroponik berbasis gravitasi. Air dialirkan dari tandon bawah ke bagian atas melalui pompa, kemudian didistribusikan kembali ke tiap rak menggunakan gaya gravitasi.


Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait