JEMBRANA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-38 Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), gerakan tanam padi serentak Se-Bali digelar secara simultan di berbagai daerah, salah satunya di Subak Babakan, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Jumat (18/7/2025).
Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Desa Delodberawah, Sertu I Putu Wikanada, sebagai representasi peran aktif TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kehadiran Babinsa tidak hanya simbolik, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan teknis kepada para petani selama proses tanam hingga masa panen nanti.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Kabid Pertanian Kabupaten Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma, SP., Perbekel Desa Delodberawah, I Made Rentana, Kelian Subak Babakan, I Komang Wiarta, serta para staf Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kabupaten Jembrana.
Sebanyak sekitar 50 petani dari Desa Delodberawah turut ambil bagian dalam gerakan tanam padi serentak tersebut.
Sertu Wikanada menyatakan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian menjadi kunci keberhasilan program tanam padi ini.
Upaya bersama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Jembrana.
"Kami hadir untuk memastikan para petani mendapatkan dukungan penuh, baik secara fisik maupun motivasi agar program ini berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Sertu Wikanada.
Gerakan tanam padi serentak ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi, sekaligus mendukung kedaulatan pangan di Bali dan Indonesia pada umumnya.*