JATIM –Empat personel Marinir Amerika Serikat (USMC) yang tengah mengikuti Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2024 di Situbondo, Jawa Timur, mendadak menjadi pahlawan sehari. Pada Rabu, 4 September 2024, mereka terlibat dalam aksi heroik dengan menolong korban kecelakaan di Jalur Pantura Situbondo. Korban, Lutfi Dwi Cahyo (42 tahun), pengemudi mobil Toyota Avanza dengan plat nomor P 1195 DG, mengalami kecelakaan setelah mobil yang dikemudikannya terguling akibat menabrak tiang lampu jalan.
Kecelakaan terjadi di kawasan hutan Baluran, dan penyebabnya diduga adalah ketidakmampuan sopir dalam mengendalikan kendaraan di jalan yang menikung tajam. Akibatnya, mobil yang dikemudikan Lutfi mengalami oleng ke kanan dan terguling. Dalam situasi tersebut, empat personel Marinir AS yang kebetulan melintas dengan kendaraan dinas mereka tidak hanya berhenti untuk membantu, tetapi juga segera melakukan evakuasi terhadap Lutfi ke rumah sakit terdekat.
Ivan, seorang pengendara motor yang menyaksikan kejadian tersebut, menceritakan, “Setelah kecelakaan itu, ada mobil Marinir Amerika yang melintas dan langsung berhenti. Mereka kemudian mengevakuasi sopir Avanza ke rumah sakit.” Lutfi yang mengalami patah tulang bahu segera dilarikan ke RSUD Asembagus Situbondo untuk mendapatkan perawatan medis.
Latgabma Super Garuda Shield 2024 sendiri adalah latihan militer bersama yang melibatkan berbagai negara. Tahun ini, latihan ini diadakan dari 26 Agustus hingga 6 September 2024 dan melibatkan pasukan dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, Inggris, Kanada, Thailand, Korea Selatan, Prancis, dan Selandia Baru. Latihan ini berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Puslatpur 5 Marinir Karang Tekok, Pantai Banongan, Dodiklatpur Kodam V/Brawijaya, dan Puslatpur TNI AD Baturaja, serta Bengkok Alas di Sumatera Selatan.
Latihan gabungan ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dan kerjasama antar angkatan bersenjata dari berbagai negara, serta memfasilitasi pertukaran taktik dan teknik militer. Keberadaan para personel Marinir AS di Situbondo selama latihan menjadi momen krusial, tidak hanya dalam konteks latihan militer tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang patut dicontoh.
(N/014)