Dendi Chaniago Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Hilang di Sungai Padang, Tebing Tinggi!

Redaksi - Senin, 16 September 2024 09:58 WIB

SUMUT –Setelah dua hari dinyatakan hilang, Dendi Chaniago (20), seorang juru parkir asal Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, akhirnya ditemukan tewas pada Minggu (15/9) kemarin. Dendi dikabarkan hilang sejak Jumat (13/9) setelah terseret arus deras Sungai Padang saat mencari kerang atau kepah bersama dua temannya.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Masdulhak, peristiwa nahas ini terjadi saat Dendi dan dua rekannya sedang berada di tepi Sungai Padang. Pada hari kejadian, ketiganya hendak melewati ranting pohon yang menjulur di pinggir sungai, yang berfungsi sebagai penyeberangan.

“Tiba-tiba, arus sungai yang mulai naik dan deras menggeret korban. Saat itu, teman korban berusaha menarik baju korban untuk menyelamatkannya, namun usaha tersebut tidak berhasil,” jelas Masdulhak dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (16/9).

Upaya Pencarian

Setelah Dendi dilaporkan hilang, tim SAR bersama masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sekitar area sungai. Meskipun cuaca dan kondisi sungai yang tidak mendukung membuat pencarian menjadi sulit, tim tetap berusaha maksimal untuk menemukan Dendi.

Kepala Tim SAR Tebing Tinggi, Yudi Sasmita, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke titik-titik yang dianggap berpotensi sebagai lokasi korban terjebak. “Kami melakukan pencarian dengan segala upaya yang ada, melibatkan berbagai pihak untuk memastikan korban ditemukan secepatnya,” kata Yudi.

Penemuan Jenazah

Dendi akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Minggu (15/9). Jenazahnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi oleh tim SAR. Sesuai dengan prosedur, jenazah Dendi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Keterangan Keluarga

Keluarga korban mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian ini. Ibu korban, Siti Aisyah, menyatakan bahwa kehilangan Dendi merupakan pukulan berat bagi keluarga mereka. “Kami sangat kehilangan, semoga Dendi diterima di sisi-Nya dan kami diberikan ketabahan,” ujar Siti dengan penuh kesedihan.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya yang dapat timbul saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus tidak dapat diprediksi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada ketika melakukan aktivitas di dekat perairan.

Pihak kepolisian dan tim SAR akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian serupa di masa depan. Sementara itu, keluarga korban memohon doa dan dukungan dari masyarakat untuk menghadapi masa-masa sulit ini.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa

Peristiwa

Si Jago Merah Lahap Gedung Bapenda DKI Jakarta, Api Membesar hingga Lantai Atas

Peristiwa

Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta

Peristiwa

Polri Buka Suara Soal Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh yang Diperiksa di Jakarta

Peristiwa

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Peristiwa

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa 7 Jam, Penyidik Kejagung Ajukan Lebih dari 20 Pertanyaan