JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima provinsi, yakni Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur. Luas lahan yang terdampak kebakaran di lima wilayah tersebut mencapai 1.410 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pola kejadian karhutla di Indonesia saat ini telah mengalami perubahan. Fokus penanganan pun berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
"Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali," ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Peringatan Dini BNPB: Tujuh Provinsi Termasuk Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Lebat Berdasarkan data BNPB, Papua Selatan menjadi provinsi dengan luas lahan terdampak karhutla terbesar, yakni 502 hektare. Berikutnya, Sulawesi Tengah dengan 295 hektare, Sulawesi Tenggara 257 hektare, Maluku 182 hektare, dan Kalimantan Timur 174 hektare.
Sebelumnya, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman melalui udara atau water bombing serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dari total armada tersebut, sebanyak 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, sedangkan empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.
Berton menjelaskan jumlah armada berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya beroperasi di Jawa Timur ditarik. Penarikan dilakukan karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut dinilai relatif kondusif.
Meski demikian, seluruh armada yang tersedia tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut," kata Berton.
Selain pemadaman melalui udara, BNPB juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai natrium klorida (NaCl) dan es kering atau dry ice untuk memicu hujan.
Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti operasi modifikasi cuaca dengan total bahan semai mencapai 23.900 kilogram. Operasi tersebut difokuskan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.