DELI SERDANG – Jumlah santri dan guru yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi bungkus dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bertambah menjadi 40 orang. Para korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji setelah sebelumnya mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pengasuh Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustaz Dahrul, mengatakan jumlah korban terus bertambah. Pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.20 WIB, empat orang kembali masuk untuk mendapatkan perawatan.
"Informasi terkini, hari Sabtu, masuk lagi 4 orang dari Ponpes Mazilah pukul 12.20 WIB. Jadi total semua ada 40 santri dan guru," kata Dahrul, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga: Polda Sumut Tegaskan Anggota DPRD Dhody Thahir Masih Tersangka Meski Menang Praperadilan Sebelumnya, sejumlah santri mengeluhkan sakit perut dan muntah-muntah setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam kegiatan HSN pada Kamis (22/10/2026). Gejala mulai diketahui pada malam hari dan berlanjut hingga Jumat (23/10/2026).
Selain sakit perut dan muntah, beberapa korban juga dilaporkan mengalami demam dan diare. Sebagian santri masih membutuhkan infus serta perawatan medis, sementara beberapa lainnya sempat diperbolehkan pulang sebelum keluhannya kembali muncul.
Awalnya, para korban mendapatkan penanganan di tiga fasilitas kesehatan, yakni Klinik Sufi Sehat, Klinik Joko, dan RS Madani Bromo. Namun, menurut Dahrul, seluruh korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dahrul mengatakan pihak pesantren telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terkait kejadian tersebut. Ia berharap seluruh korban segera pulih dan meminta pemerintah memperhatikan penanganan para santri yang terdampak.
Dugaan sementara mengarah pada nasi bungkus dengan lauk ikan nila yang dikonsumsi para santri saat kegiatan berlangsung. Menurut keterangan yang diterima pihak pesantren, sebagian makanan tersebut diduga memiliki bau tidak sedap dan tekstur berlendir.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para korban masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan terhadap lauk ikan nila tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab terkonfirmasi sebelum hasil pemeriksaan yang berwenang tersedia.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Deli Serdang, Gento Herlambang, sebelumnya menyatakan pihaknya bertanggung jawab dan telah mengunjungi para korban di rumah sakit bersama Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita, karena siapa yang mau kejadian ini, kan tidak ada yang mau, maka tadi kita besuk. Kita bertanggung jawab sebagai bentuk empati kita," ujar Gento, Jumat (23/10/2026) malam.
Gento mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah menerima informasi dari pengurus pesantren. Pemerintah daerah juga menyatakan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan berikutnya.* (k/dh)