MEDAN — Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Kepulan asap yang cukup pekat membuat jarak pandang berkurang drastis di kisaran 1 hingga 3 kilometer.
Kabut asap menyelimuti area perkotaan, seperti di Kecamatan Medan Petisah. Deretan gedung tinggi di sepanjang Jalan Kejaksaan, Jalan Pangeran Diponegoro, hingga Jalan Kapten Maulana Lubis tampak samar tertutup pekatnya asap.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengonfirmasi bahwa fenomena ini merupakan asap kiriman dari area Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa embusan angin.
Baca Juga: Prakiraan BMKG 23–25 Oktober: Medan Berpotensi Cuaca Ekstrem, Warga Imbau Waspadai Banjir "Asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumut bagian selatan, Sumut bagian timur, dan sebagian Sumut bagian barat sebagaimana hasil pantauan citra satelit. Arah angin bergerak dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara, sehingga mengakibatkan asap karhutla memasuki wilayah Sumut," ujar Hendro, Jumat (23/10/2026).
Hendro menambahkan, hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Kualanamu, Silangit, dan Aek Godang mencatat jarak pandang berada di angka 1-3 km dengan kualitas udara kategori baik hingga sedang.
Pihak BBMKG imbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, mengontrol kecepatan, menyalakan lampu utama, serta menjaga jarak aman. Selain itu, warga juga disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalkan paparan partikel asap berbahaya.* (mi/dh)