CIREBON — Sebanyak 395 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB, sebanyak 218 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026: Sejumlah Wilayah Cerah Secara keseluruhan, makanan dalam program tersebut dikonsumsi sekitar 700 orang.
"Data per pukul 14.00 WIB tercatat ada 395 orang. Sebanyak 218 orang menjalani rawat inap, sedangkan 177 orang sisanya menjalani rawat jalan atau sudah dipulangkan," ujar Siti Maria dalam keteranganya, Jumat 23 Oktober.
Dari total 395 orang yang terdata, sebanyak 177 orang lainnya telah menjalani rawat jalan atau diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Siti Maria mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat relatif stabil.
Hingga pendataan dilakukan, tidak ada pasien yang dilaporkan mengalami kondisi serius hingga membutuhkan perawatan di ruang intensif.
"Alhamdulillah, tidak ada pasien yang kondisinya sampai serius hingga membutuhkan ruang intensif. Rata-rata pasien mengalami keluhan diare dan masih memerlukan ruang perawatan biasa," katanya.
Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan, para korban tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Kelompok usia taman kanak-kanak (TK) tercatat memiliki proporsi kasus tertinggi dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala pada ratusan orang tersebut masih ditelusuri.