KONAWE SELATAN — Sebanyak 144 siswa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, enam siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Motaha, Kecamatan Angata.
Satu siswa lainnya telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe Selatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: AKHIRNYA! KPPG Medan Janji Dalami Skandal Mark-Up & 2 UD Fiktif di SPPG Tembung 3 - Yayasan Atifa Maju Mandiri Bakal Dipanggil! Kepala Puskesmas Motaha, Sunding Tehangga, mengatakan enam siswa yang masih dirawat tersebut berasal dari SMAN 10 Konawe Selatan.
Sementara itu, siswa lain yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang, meski sebagian masih menjalani perawatan jalan di rumah.
"Sekarang di puskesmas enam orang yang masih dirawat ini merupakan siswa SMAN 10 Konsel, sementara siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sebagian dari mereka dirawat jalan di rumah masing-masing," kata Sunding, Kamis (15/10/2026).
Sunding menjelaskan, total 144 orang yang mendapatkan penanganan medis terdiri atas 58 siswa SMAN 10 Konawe Selatan, empat siswa SMP 17 Konawe Selatan, satu balita berusia tiga tahun, serta siswa sekolah dasar (SD).
Ada empat SD yang siswanya mengalami gejala serupa, yakni SDN 3 Angata, SDN 1 Angata, SDN 12 Angata, dan SDN 4 Angata.
Menurut Sunding, banyaknya pasien yang datang dalam rentang waktu berdekatan membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra.
Para siswa mulai berdatangan ke Puskesmas Motaha pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 hingga 14.00 Wita.
"Lebih kepada puncak kurvala, ia masuk kategori kejadian luar biasa karena para siswa berdatangan tidak putus dalam waktu yang hampir bersamaan. Mereka mulai datang pukul 09.00 sampai pukul 14.00 Wita kemarin," ujarnya.
Ia mengatakan, penanganan para siswa juga dibantu dokter dan tenaga medis dari dua puskesmas terdekat.