DELI SERDANG - Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (15/10/2026). Meski demikian, operasional bandara terpantau berjalan normal, sementara sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat cuaca buruk dan faktor teknis.
Kabut asap terlihat menyelimuti kawasan bandara. Namun, aktivitas penerbangan domestik maupun internasional secara umum masih berlangsung sesuai jadwal.
Data pada layar informasi penerbangan menunjukkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan. Dua di antaranya adalah rute Medan-Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 09.35 WIB dan Medan-Sibolga pada pukul 10.10 WIB.
Baca Juga: Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026, Bobby Nasution Pasang Target Tinggi untuk Perlindungan Pekerja Selanjutnya, penerbangan rute Medan-Batam menggunakan maskapai Lion Air yang dijadwalkan pukul 12.10 WIB juga mengalami penundaan.
Penerbangan rute Medan-Padang dengan maskapai Super Air Jet yang semula dijadwalkan berangkat pukul 12.40 WIB turut tercatat mengalami penundaan.
Selain itu, penerbangan rute Medan-Jakarta yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB mengalami penundaan karena faktor teknis.
Penerbangan rute Medan-Surabaya menggunakan maskapai Super Air Jet yang dijadwalkan pukul 14.35 WIB juga tercatat mengalami penundaan.
Meski sejumlah jadwal penerbangan mengalami perubahan, sebagian besar penerbangan di Bandara Kualanamu, baik domestik maupun internasional, masih terjadwal normal.
Jarak Pandang di Sejumlah Wilayah Sumut 1-3 KmSebaran asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan pengamatan pada Kamis (15/10/2026) pukul 09.00 WIB, jarak pandang di beberapa wilayah berkisar 1-3 kilometer.
Pengamatan dilakukan melalui Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
"Berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara pada tanggal 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat," kata Hendro.